Senin, 16 Agustus 2010

Manfaat Melatih Puasa Sejak Dini Pada Anak

Puasa menjadikan Senyum menjadi lebih Indah.
Puasa menjadikan Berbagi menjadi lebih Nikmat.
Puasa menjadikan Sholat menjadi lebih Khusyuk.
Puasa menjadikan Sabar menjadi lebih Ikhlas.
Puasa menjadikan Tawadhu’ menjadi Perhiasan Terindah.

Setiap orangtua pasti selalu mengharapkan buah hatinya tumbuh menjadi anak yang baik dan berkualitas, baik secara mental maupun spiritual. Salah satu solusinya, dengan cara melatih anak berpuasa sejak dini, tanamkan kesadaran berpuasa dan ajarkan secara berlahan dan menyenangkan. Dengan mengajarkan puasa sejak dini pada anak, akan lebih mudah terbiasa dalam menjalani ibadah puasa tanpa merasakan puasa sebagai beban melainkan ibadah yang menyenangkan dan bermanfaat bagi kesehatan dan kecerdasan spiritual, sehingga kebiasaan itu menjadikan anak sebagai individu yang ramah dan taat pada ajaran agama.

Pengenalan puasa pada anak sangatlah penting, selain mengajarkan pada anak-anak cerdas secara spiritual juga menjadikan anak-anak tangguh secara kejiwaan, karena anak memperoleh pembelajaran, bahwa disaat puasa tidak boleh marah, tidak boleh bohong, menahan lapar-haus dan dahaga, serta diajak untuk banyak berbagi kepada sesama. Jangan pernah takut untuk mengajak anak untuk berpuasa, karena khawatir si anak sakit. Karena dengan puasa, justru tubuh anak akan berproses untuk mengeluarkan racun-racun yang ada dalam tubuhnya. Dengan demikian disaat anak berbuka puasa, kondisi fisik dan kejiwaan mereka akan lebih fress.

Kita sebagai orangtua, juga harus kuat, untuk memberikan kekuatan pada anak-anak kita untuk berpuasa. Dorongan dari orang tua ini merupakan tindakan terpuji, sesuai dengan hukum yang syariah, yang membantu orang tua untuk memulai melatih anak-anak mereka untuk berpuasa sejak dini serta membiasakan anak memiliki tingkat emosional yang baik sehingga kecerdasaan emosionalnya terus terasah. Kenalkan anak akan hal-hal rutin di bulan puasa seperti sahur, berbuka dan shalat tarawih. Libatkan anak untuk ikut melakukan setiap kegiatan tersebut. Bangunkan anak pada saat sahur dan ajak ia memilih dan menyiapkan menu saat berbuka puasa. Untuk memacu semangat anak berpuasa, orang tua juga harus menjadi contoh, mampu menjalankan ibadah puasa dengan baik.

Disaat kita tidak marah, menahan lapar-haus dengan ikhlas, tidak stress, maka sel-sel, otot, syaraf, otak, yang ada dalam tubuh kita betul-betul luruh, lemas dan lentur sehingga membuat tubuh kita pada kondisi yang benar-benar rileks karena faktor keikhlasan dan kepasrahan yang muncul dari lubuk hati kita yang paling dalam, sehingga jiwa, hati dan otak kita bisa sinkron dan menjadi lebih tenang, begitu juga pada anak.

Semoga kita bisa menjadi orang tua yang Amanah dan menjadi Hamba Allah yang kuat untuk memberikan kekuatan pada anak-anak kita untuk berpuasa.

3 komentar:

  1. Artikel tersebut kebetulan saat ini sedang pas untuk saya yang kebetulan pada hari ini saya berulang tahun . Sebagai bahan renungan

    BalasHapus
  2. Wah Selamat Ulang Tahun Ya Cak Mat Solikin, Semoga dianugrahi Allah Kaya HAti, Kaya Iman, Kaya Akhlak, Kaya Kesabaran, Kaya Ilmu serta Umur Panjang dan Rezeki yang Barukah. Amin. Iya Cak, saya ikut senang kalau Artikel ini bisa membawa manfaat untuk sesama.

    BalasHapus
  3. subhanallah betapa banyaknya manfaat puasa,aku semakin yakin bahwa Islam adalah agama yang HAQ

    BalasHapus